Jumat, 21 Desember 2012

Siapakah Paus/Patriakh Gereja Mula-Mula?


Siapakah Paus/Patriarkh Gereja Mula-Mula?
[by: Fr.Dn.Damaskinos Arya]


Date: 05 September 2011


Patriarkh berasal dari dua kata bahasa Yunani yakni Patre: Bapak, Arkh: Tua, Jadi Patriarkh adalah Bapak yang dituakan oleh para Penatua/Presbiter atau Ketua dari para Penatua yang disebut Penilik Jemaat (Episkop/Bishop/Uskup). Merupakan pengganti para rasul.
1 Timotius 3  : 1
Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat (Episkop) menginginkan pekerjaan yang indah."

Tugas Para Episkop / Penilik Jemaat adalah sebagai Pengatur

Titus 1 : 7
Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat (Episkop) harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,


Para Episkop dan Penatua ditetapkan oleh para rasul sendiri

Kisah Para Rasul 20 : 28
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik (Episkop) untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.


Kisah Para Rasul 14 : 23
Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua (Presbiter) bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.


Para Penatua diberikan kuasa penumpangan tangan oleh para rasul Kristus untuk meneruskan Kuasa Kristus yang telah dicurahkan kepada para rasul pada hari Pantekosta.

1 Timotius 4 : 14
Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.


Kuasa Kristus yang dikaruniakan kepada Para Rasul-Nya yang kudus diterus sampaikan dan tak akan habisnya dari masa ke masa, melalui Penumpangan tangan dari para Episkop / Penatua. Itulah sebabnya Gereja Orthodox merasa penting untuk meneruskan Kuasa Penumpangan Tangan Para Rasul ini ke seluruh dunia. (Apostolic Succesion)

Tugas Para Penatua :
1. Selain meneruskan Kuasa Kristus yang turun atas para rasul-Nya dengan penumpangan tangan, Para penatua juga bertugas antara lain
2. Mencurahkan kuasa penyembuhan dari Sang Kristus kepada yang sakit.

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5 : 14)

3. Menetapkan segala ketetapan iman secara Sinodal/Konsili/Sidang.

 "Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu." (Kisah Para Rasul 15 : 26)

Hasil dari Sidang/Sinode/Konsili ini harus dituruti oleh segenap jemaat.

"Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya." (Kisah Para Rasul 16:4)

Dan apa yang ditetapkan oleh Konsili Para Penatua ini adalah suara dari Roh Kudus sendiri.

"Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini." (Kisah Para Rasul 15 : 28) 

Jadi ketetapan mengenai iman dan peraturan ibadah bukan diambil seorang Penatua atau seorang Patriarkh / Paus atau seorang Uskup, melainkan ditetapkan dalam keputusan Konsili.

Sistem Gereja mula-mula ini juga disebut sistem Sinodal/Konsili.Dan hasil dari Sinode/Konsili inilah yang bersifat Infalibil atau tidak dapat salah karena ini adalah Suara Roh Kudus yang adalah Suara Allah itu sendiri. Dan iman akan Infalibilitas Sinode Kudus ini didukung penuh oleh kebenaran Kitab Suci.

Para Penatua yang baik yang mendedikasikan hidupnya untuk berkhotbah dan mengajar sangat dihormati, bahkan para rasul menyatakan untuk menghormatinya dua kali lipat.

1 Timotius 5 : 17
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.


Kata Paus berasal dari πάππας Yunani yang berarti "Bapa". Gelar kehormatan ini pertama kali disandang oleh Episkop (Uskup) Alexandria, jauh sebelum dipakai oleh Uskup Roma. Bahkan, yang pertama menjadi promotor gelar Paus adalah Patriarkh dari Alexandria.

Paus Heracleus (232-249 M), Patriarkh Orthodox Alexandria ke 13 adalah orang pertama yang memakai gelar Paus/Pappas/Abba sebagai gelar kehormatan, namun tujuannya bukan untuk menyatakan kekuasaan tertinggi atau paling dihormati melainkan untuk merasa sama dengan para biarawan lainnya.

Karena perlu diketahui Paus selain adalah gelar bagi penunjukan khusus untuk Uskup Agung Alexandria, Patriarkh Mesir, dan Tahta St. Markus, yang secara Gerejawi gelar ini dinyatakan sebagai "Pope (Pappas)/Abba", sebelumnya Abba/Pope adalah sebuah gelar yang menyatakan pengabdian sepenuhnya menjadi seorang biarawan, bukan gelar kekuasaan tunggal Gereja yang disalah-artikan oleh Gereja Barat, dan gelar ini digunakan oleh para biarawan dari Pentapolis di Barat ke Konstantinopel di Timur. Abba/Pope/Pappas (πάππας)  adalah sebutan yang paling umum untuk semua biarawan di Timur yang secara sukarela mengikuti otoritas spiritualnya yakni melayani Tuhan.

Catatan pertama dalam sejarah dari gelar "Paus" diberikan kepada Paus Heraclas dari Alexandria dalam surat yang ditulis oleh Paus Dionysius dari Alexandria (penerus Paus Heraclas), memberikan surat kepada Filemon yang adalah seorang Imam dari keuskupan Roma, berbunyi: τοῦτον ἐγὼ τὸν κανόνα καὶ τὸν τύπον παρὰ τοῦ μακαρίου πάπα ἡμῶν Ἡρακλᾶ παρέλαβον.

Yang diterjemahkan menjadi: "Saya menerima peraturan dan komando dari yang terberkati Paus kita, Heraclas."

(sumber: http://monachoscorner.weebly.com/siapakah-pauspatriarkh-gereja-mula-mula.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar