Kamis, 09 Agustus 2012

Cerita Dibalik Pelopor GOI


Bermula dari seorang anak bernama Byantoro yang memiliki latar belakang Islam dan sudah pergi ke Masjid sejak usia 5 tahun dibawah bimbingan kakeknya. Ketika semakin dewasa, ia mencari dengan sungguh-sungguh kepastian tentang Allah yang sejati.

Saat SMA, ia bertemu dengan suami guru sekolahnya yang berpindah kepada Kekristenan, kemudian terjadilah perdebatan mengenai Trinitas, keIlahian YESUS KRISTUS, InkarnasiNya, dan IdentitasNya sebagai Putera Allah; Akhirnya ia memenangkan perdebatan itu dan tetap tidak percaya kepada kebenaran Injil.

Suatu malam, setelah membaca doa dan Alquran, mendadak ia melihat visi yang membuatnya takut, ia bertemu KRISTUS untuk yang pertama kalinya dalam bentuk cahaya; hal ini membuatnya kebingungan, gemetar, dan sukacita yang mendalam, setelah hal itu ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri: "Siapakah YESUS KRISTUS itu?"

Dalam permenungan yang mendalam tentang YESUS yang adalah Kalimatullah (Firman) maka ia sampai pada kesimpulan:
"Allah, FirmanNya yang disebut AnakNya, dan RohNya bukan tiga Allah yang berbeda, namun realitas didalam Satu Allah. Tanpa Roh, tidak ada yang hidup, dan tanpa Firman adalah bisu. Jadi itulah Satu Allah."

Kemudian ia melanjutkan permenungannya, "Jika diantara manusia, komunikasi dilakukan dengan kata-kata, maka demikian dengan Allah, bahwa hanya melalui Satu Firman, yaitu YESUS KRISTUS, maka komunikasi antara Allah dan manusia dapat terjalin."
Sekarang ia tahu "mengapa ia tidak dapat mengenal Allah", tidak lain karena ia tidak mengenal FirmanNya, yaitu YESUS KRISTUS.
Oleh karena itu, akhirnya ia memutuskan untuk percaya kepada YESUS KRISTUS seraya berkata: "Ya Allah, saya percaya YESUS KRISTUS, Sang SabdaMu, dan aku mau menjadi Kristen." Pemuda ini kemudian dibaptiskan dalam Kristen Protestan Reformasi, dan diberi nama baptis "Daniel".

Tahun 1974, dalam suatu pertemuan doa, Daniel menerima baptisan yang disebut "ROH KUDUS" lengkap dengan bahasa roh dan bernubuat, serta menjadi aktivis dalam Gereja Kharismatik.
Tahun 1978, Daniel menjadi salah satu Penasehat Spiritual Kharismatik di pulau Sulawesi oleh Gubernur Manado Willy Lasut yang juga adalah Kristen Kharismatik.

Kemudian Daniel mulai mempelajari cara memulai Bukit Doa mengikuti pola yang ada di Korea. Selama berkunjung di Korea, ia bertemu dengan Missionaris Amerika Dr.Marlin Nelson yang memimpinnya untuk belajar di Seminari Theologi Protestan Evangelis di Seoul, yang bernama "Asian Center for Theological Studies and Mission" (ACTS, yang berafiliasi dengan Seminari Theologi Fuller di USA).

Tahun 1983, Daniel menemukan buku Gereja Orthodox di Toko Buku Timothy Ware, karena ketertarikannya dengan Gereja Purba kemudian ia mulai mencari Gereja Orthodox disana, setelah ia menemukan Gereja Orthodox, ia meminjam banyak buku dari Gereja Orthodox dan mempelajarinya dengan seksama sehingga akhirnya memutuskan bahwa inilah Gereja yang ia cari.

Tahun 1984, Daniel belajar lagi di Holy Cross Greek Orthodox School of Theology di Brookline.

25 Mei 1988, Daniel ditahbiskan secara resmi oleh Gereja Orthodox, dengan demikian sejak hari itu beliau menyandang nama Fr.Daniel B.D. Byantoro.

8 Juni 1988, Dimulailah Misi Gereja Orthodox di Indonesia yang dimulai di Solo yang diberi nama Gereja Parokia Tritunggal Maha Kudus.
Terpujilah Tuhan! Orang pertama yang masuk Gereja Orthodox ini adalah dari Kaum Muslim, yang kemudian dibaptis dengan nama Photios.

2 komentar: