Sabtu, 09 Maret 2013

Para Kudus: Sahabat di Tempat Tinggi



Alih bahasa: Damianos Philipus

Kita umat Orthodox dikenal karena penghormatan kita kepada para orang kudus, mengakui bahwa tidak ada pemisah antara Gereja yang Sedang Berjuang di bumi, dan Gereja yang Sudah Menang di Surga. Dalam Liturgi Suci, kita tidak hanya berkumpul dengan manusia yang fana, tetapi bersama kumpulan para Saksi, para kudus yang bergabung bersama menyembah di hadapan tahta Allah. Kebenaran ini ditunjukkan dengan penggunaan ikon dan fresco yang menggambarkan para kudus. Gambar mereka di sekitar kita, mengingatkan bahwa Surga menunggu kita, dimana mereka yang telah menang mendapatkan imbalannya, dan berdiri di hadapan Raja Kemuliaan.

Ketika memasuki gereja kita menghormati ikon dengan ciuman, bukan karena kita percaya para kudus tinggal dalam ikon tersebut, tetapi untuk menyampaikan rasa kasih kepada mereka. Hal ini tidak terlalu berbeda saat mencium foto seseorang yang dekat dengan kita, yang kenangannya sangat berharga. Dalam penghormatan kepada ikon, kita tidak menyembah para kudus, penyembahan hanya kepada Allah saja. Tetapi sebagai hormat dan kasih kepada sahabat kita. Mereka hidup sebelum kita sebagai saksi, dengan kehidupan mereka, untuk kebenaran bahwa kehidupan kekal itu nyata karena pengorbanan Yesus Kristus. Karena karya penebusannya di atas salib, para kudus tidak mati, tetapi hidup.

Para Kudus menatap kepada kemuliaan Kristus di Kerajaan Surga, dan melalui Roh Kudus mereka melihat penderitaan manusia di bumi. Rahmat yang tinggal di ada dalam mereka membuat mereka merangkul seluruh dunia dengan kasih mereka, mereka melihat bagaimana kita merana dalam penderitaan dan mereka tidak pernah berhenti untuk menjadi perantara kita dengan Allah melalui doa-doa mereka.

Para Kudus, yang sudah menyelesaikan perlombaan iman, menyemangati kita melalui kisah hidup mereka, dan mendoakan kita agar dapat memenangkan perlombaan itu juga. Kisah hidup mereka menjadi saksi bagaimana pentingnya hidup dalam pertobatan, dan meletakkan Yesus diatas semuanya, karena itu Yesus telah mengaruniakan mereka hidup yang kekal. Dalam Yesus Kristus juga kita, seperti para kudus yang telah pergi mendahului kita, juga mendapatkan janji yang sama akan kehidupan yang kekal. Sahabat kita selalu menunggu hari dimana kita akan bergabung dengan mereka, dan sementara itu mereka selalu menawarkan doa-doa mereka untuk kita sampai hari itu tiba.

Dengan Kasih Kristus

Abbot Tryphon

(sumber: http://www.facebook.com/notes/komunitas-orthodox-indonesia-gregorius-palamas/para-kudus-sahabat-di-tempat-tinggi/550848048282810)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar