Kamis, 17 Januari 2013

Daily Orthodoxy 18/01/2013

210. Bagaimana kita dapat bersekutu dalam penderitaan dan kematian Yesus Kristus?
Kita memiliki persekutuan dalam penderitaan dan kematian Yesus Kristus melalui kehidupan dan kesungguhan iman, melalui Sakramen-Sakramen yang mana mengandung dan dimeteraikan oleh simpanan kebajikan dari penderitaan dan kematianNya, serta juga melalui penyaliban daging kita bersama hawa nafsu dan keinginannya.

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Gal 2:19-20]

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? [Rm 6:3]

Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. [1Kor 6:3]

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. [Gal 5:24]

211. Bagaimana kita dapat menyalibkan daging dengan hawa nafsu dan keinginannya?
Dengan mengekang hawa nafsu dan keinginan, serta melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hal itu. Misalnya, ketika kemarahan mendesak kita untuk mencerca seorang musuh dan untuk menyakitinya maka kita menahan hasrat itu dan mengingat bagaimana Yesus Kristus diatas salib berdoa bagi musuh-musuhNya, demikian juga kita berdoa bagi mereka, dengan demikian kita telah menyalibkan keinginan untuk marah.


212. Apakah bukti pertama yang secara sungguh-sungguh diberikan Yesus Kristus bahwa kesengsaraan dan kematianNya membawa keselamatan bagi manusia?
Bahwa Ia bangkit kembali dengan demikian meletakkan dasar bagi kebangkitan kita yang terberkati.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar