Sabtu, 06 April 2013

Relikui Para Kudus

Apakah kesaksian yang meneguhkan kita dalam kepercayaan bahwa para orang kudus setelah kematiannya mengerjakan mukjizat-mukjizat melalui barang-barang duniawinya (Relikui)?

Kitab Raja-Raja Kedua bersaksi bahwa melalui sentuhan tulang Nabi Elisa maka seorang yang telah mati dibangkitkan kembali pada kehidupan. [2Raj 13:21]

Rasul Paulus tidak hanya dalam pribadinya secara langsung membuat kesembuhan dan mujizat-mujizat, namun sama juga terjadi melalui saputangan atau kain yang telah diambil dari tubuhnya meskipun pada waktu itu ia sendiri tidak hadir disana. [Kis 19:12]

Melalui contoh ini kita mungkin dapat memahami bahwa para orang kudus meskipun setelah kematiannya, tetap dapat melakukan karya melalui barang-barang duniawinya, dimana hal itu diterima dari kebajikan suci mereka.

St. Gregorius yang Ilahi dalam tulisannya yang pertama melawan Julian berkata:
"Engkau tidak malu oleh korban-korban persembahan kepada Kristus, tidak pula engkau takut pada para pejuang yang agung, Yohanes, Petrus, Paulus, Yakobus, Stefanus, Lukas, Andreas, Thekla, dan sebagainya, yang sebelum dan sesudah hal ini menderita sengsara untuk kebenaran, yang tetap bertahan baik dari api dan pedang, dari para penyiksa, dan segala kesengsaraan waktu itu ataupun ancaman, sebagaimana menganggap tubuh mereka bukan milik mereka ataupun mereka menganggap tidak memiliki tubuh sama sekali. Untuk apa? Bahwa mereka tidak mengkhianati agama mereka bahkan oleh sepatah katapun. Kepada mereka kehormatan dan juga kemenangan yang agung dengan alasan keadilan diberikan: Oleh karena para iblis telah diusir dan penyakit-penyakit disembuhkan, yang tampak dalam penglihatan dan nubuat; yang tubuhnya, meskipun terpisah, ketika disentuh atau dihormati memiliki kuasa yang sama dengan roh mereka yang suci, dan yang telah menumpahkan darah mereka, setidaknya tanda-tanda itu dari penderitaan sengsara mereka seperti kuasa dengan tubuh mereka."

St. Yohanes Damaskinos menuliskan:
"Relikui para orang kudus telah diberikan kepada kita oleh Tuhan Yesus Kristus kita sebagai sumber yang menyembuhkan, yang mana bermacam-macam berkat mengalir. Dan sebagaimana dalam penjelasan hal ini, Ia menegur, bahwa melalui jiwa maka tubuh mereka juga merupakan kediaman Allah (1 Kor 6 : 19)." [Theol.Lib.IV.Cap.15,3,4]

✥ Katekismus Gereja Orthodox 267, St. Philaret ✥

(sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=563279467039668&set=a.381990218501928.91063.381631208537829&type=1&theater)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar