Minggu, 09 Desember 2012

Ekaristi Sebagai Sakramen Teragung

Ekaristi Sebagai Sakramen Teragung
[by: St.Nikolas Kabasilas]

Ekaristi & Keselamatan

Picture
Setelah menerima Sakramen Khrisma, kita datang menghadap Altar. Hal ini adalah kesempurnaan kehidupan dalam Kristus, bagi merek yang menerima Komuni maka dia tidak akan kekurangan dari keterberkatan yang dicarinya. Maut dan kubur tidak ada lagi, yang ada hanyalah Kristus, Yang telah bangkit dan keikut sertaan dalam kebangkitan hidup yang lebih baik. Melalui Ekaristi, kita tidak hanya menerima karunia-karunia Sang Roh Kudus, namun juga Sang Pemberi Karunia itu Sendiri. Memang Kristus hadir dalam tiap Sakramen, olehNya Sendiri kita telah dibasuh dan diurapi, Dialah pesta kita. Ia hadir bersama dengan mereka yang baru dibaptis serta menganugerahkan karunia kepada mereka. Sebagaimana dengan Sakramen Baptisan, Ia membaptiskan mereka dari kejahatan mereka dan memberikan citra gambaran serta keserupaanNya kepada mereka, kemudian mengurapi mereka seraya menghidupkan energi Roh Kudus yang oleh karena kita telah menjadi harta simpanan dalam hidup kita. Namun ketika Ia membawa kita kehadapan AltarNya dan memberikan kepada kita TubuhNya untuk dimakan, Ia secara utuh telah mengubah dan menjelmakan kita kedalam keberadaanNya.

Tanah liat bukanlah tanah liat lagi setelah menerima keserupaan yang agung, tanah liat itu menjadi Tubuh Sang Raja, dengan menyambut Ekaristi maka kita disatukan kedalam Tubuh Mistika sehingga menjadi bagian TubuhNya). Sungguh mustahil untuk mengerti sesuatu yang lebih terberkati dari hal ini. Ekaristi adalah Sakramen Akhir, sebab tidak mungkin kita akan menemukan atau menambahkan sesuatu yang melampaui dari hal ini. Sakramen Pertama Baptisan memerlukan Sakramen Penengah Khrisma dan tentunya akan membawa kita kepada Sakramen Akhir Ekaristi, dan setelah hal ini kita tidak dapat pergi lebih jauh lagi. Maka kita harus tegak berdiri dan menyelidiki bagaimana caranya kita harus menjaga harta simpanan ini sampai akhir hayat kita.

Ketika kita dibaptiskan dan menerima Sakramen Baptisan, kita belum sempurna karena kita belum menerima Roh yang turun atas kita melalui Sakramen Khrisma. Bagi Sida-Sida yang dibaptiskan oleh St.Filipus (Kis 8:12) belumlah menerima Roh Kudus, mengenai hal ini St.Petrus  dan St.Yohanes berkata: “Sebab Roh Kudus belum turun atas seorangpun diantara mereka sebab mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kemudian keduanya menumpangkan tangan diatas mereka lalu mereka menerima Roh Kudus (Kis 8:16-17).”

Ketika kita telah menerima hal ini dan ibadah suci telah menyalurkan kuasaNya didalam kita, maka kita telah menerima rahmat yang telah dianugerahkan, sehingga tak dapat dipungkiri lagi bahwa hidup kita telah dalam penjagaan Sang Pemberi Hidup. Walaupun demikian, bisa saja kita masuk kedalam penghukuman. Walaupun tanpa menghancurkan apa yang telah diberikan, tidak ada yang dapat mencegah seseorang yang sudah dibaptis dan menerima Sakramen dari berbuat dosa atau kekurangan dari apa yang diperlukannya.

Untuk ini kita mempunyai banyak saksi. Hal ini terjadi kepada umat di Korintus di zaman para rasul, mereka penuh dengan Roh Kudus dan mempunyai banyak karunia-karunia, mereka bernubuat, bahasa lidah, dan mempunyai banyak karunia lain yang sungguh amat luar biasa, namun walaupun demikian mereka masih sangat jauh dari Theosis Ilahi, sehingga mereka terbakar dengan hawa nafsu, iri hati, ambisi, perbuatan tidak bermoral, dan dengan gigihnya berjuang dalam kejahatan. Oleh sebab itu St.Paulus menegur mereka ketika ia berkata: “Karena kamu masih manusia duniawi (1Kor 3:3)”. Walaupun mereka rohani dalam arti bahwa mereka turut ambil bagian dalam rahmat Ilahi namun hal ini belumlah cukup bagi mereka untuk mengusir semua kejahatan dalam hati mereka.

Untuk itu Ekaristi tidak dapat diterima oleh orang-orang yang demikian. Didalam mereka yang dilayakkan maka Roti Kehidupan telah memberikan dampak pengaruh dimana maut dan kejahatan dihalau sebagaimana mereka turut ambil bagian dalam Pesta Mistika yang tidak akan menuduh mereka. Adalah hal yang tidak mungkin dimana Ekaristi diharapkan memberikan pengaruh secara penuh bagi mereka (orang yang sudah dibaptis) yang masih ikut ambil bagian dalam kejahatan apapun.

Bagaimana Ekaristi Memperlengkapi Baptisan & Khrisma

Mengapa hal ini? Karena pengaruh dari ibadah suci ada dalam perihal berikut: yaitu supaya mereka yang disucikan tidak akan kekurangan suatu buah yang baik. Sesuai dengan janjiNya, yaitu kita tinggal didalam Kristus dan Kristus tinggal didalam kita melalui Ekaristi, sebab Ia terlah bersabda: “dia tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia” (Yoh 6:57).

Kalau Kristus tinggal didalam kita apalagi yang kita perlukan atau berkat apa yang akan ketinggalan untuk kita terima? Ketika kita tinggal didalam Kristus, hal apa lagi yang kita inginkan? Dia tinggal didalam kita dan Dialah tempat tinggal kita, betapa terberkatinya kita sehingga Dia tinggal didalam orang semacam kita. Apalagi yang kita butuhkan jikalau Kristus tinggal didalam kita? Untuk apalagi kita harus berhubungan dengan kejahatan sekecil apapun jika kita telah masuk kedalam kegemilangan seperti ini? Bagaimana mungkin kejahatan dapat tahan berdiri dihadapan melimpahnya kebaikan? Kejahatan semacam apa yang dapat masuk atau hadir ketika secara nyata Kristus bersama kita dan secara penuh menembus dan mengelilingi kita.

Dengan meletakkan DiriNya sebagai perisai pada setiap sisi kita, Ia mencegah agar panah tidak menyentuh kita sebab Dialah tempat kediaman kita. Kalau ada sesuatu yang jahat didalam kita maka Ia akan meremukkan serta mengusirnya sebab Ia hadir dan tinggal di tempat kediamanNya secara penuh dan memenuhi segala sesuatu. Ketika kita menyambut Ekaristi, kita tidak sedang menyambut sesuatu dariNya tetapi lebih lagi kita menyambut Dia Sendiri. Bukan sebuah sinar atau cahaya yang sedang kita terima dalam jiwa kita melainkan Sang Surya itu sendiri. Jadi kita tinggal didalam Dia dan kitapun menjadi terdiami olehNya dan menjadi satu roh denganNya. Jiwa dan tubuh serta segenap panca indera kita menjadi rohani, dikarenakan tubuh dan darah kita bersatu dengan Tubuh dan Darah Kristus Sendiri. Apakah akibat dari semuanya ini? Sesuatu yang sangat unggul telah mengalahkan yang lemah, benda-benda Ilahi telah menang atas dunia, hal inilah yang terjadi juga sehubungan dengan kebangkitan sebagaimana yang ditulis oleh St.Paulus: Supaya yang fana itu ditelan oleh hidup (2Kor 5:4), juga ia menambahkan: Bukan aku lagi yang hidup melainkan Kristus yang hidup didalam aku (Gal 2:20). Betapa agung Sakramen Ekaristi ini, betapa agung dan mulianya sehingga pikiran Kristus mau untuk bercampur dengan kita dan pikiran kita berbaur denganNya, tubuh kita dengan TubuhNya dan darah kita dengan DarahNya. Apakah yang terjadi dengan pikiran kita ketika Pikiran Ilahi mengambil alih pikiran kita? Apakah yang terjadi dengan kehendak kita ketika Kehendak yang terberkati mengambil alih kehendak kita? Bagaimana dengan kita yang debu ini ketika dikuasai oleh ApiNya?

Inilah yang dimaksud oleh St.Paulus ketika ia menyatakan bahwa ia tidak mempunyai pemikiran ataupun hidupnya sendiri tetapi semuanya telah menjadi milik Kristus baginya. Ia menyatakan: Kita telah mempunyai pikiran Kristus (2Kor 2:16) dan katanya lagi: Karena kamu ingin suatu bukti bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku (2Kor 13:3) juga: betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian (Flp 1:8), dari sini kita mengetahui bahwa St.Paulus mempunyai kehendak yang sama dengan Kristus dari perkataannya sendiri: Bukan aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup didalam aku (Gal 2:20).

Ekaristi Melengkapi Sakramen Lain

Sungguh sempurna Sakramen ini, sungguh jauh sempurna dari segala ibadah lainnya karena Ekaristi membawa kita kepada puncak dari segala kebaikan. Ekaristi adalah tujuan akhir dari setiap usaha manusia. Sebab didalamnya kita menerima Allah itu Sendiri dan Allah dipersatukan dengan kita melalui persatuan yang sempurna, ikatan apa yang lebih utuh dan sempurna daripada menjadi satu roh dengan Allah? Jadi dengan demikian Ekaristi adalah satu-satunya Ibadah Suci yang menyediakan penyempurnaan kepada Sakramen-Sakramen lainnya. Dalam Sakramen Baptisan, Ekaristi menjadi penolong mereka yang dibaptis dikarenakan mereka tidak akan menjadi lengkap tanpa Ekaristi. Ekaristi juga mendampingi mereka yang baru dibaptis ketika sinar dari Ekaristi suci menghidupkan mereka yang telah lama tertidur dalam kegelapan dosa. Untuk menghidupkan mereka yang kelam dan sekarat oleh karena dosa adalah semata-mata karya Allah belaka.

Ekaristi memampukan kita untuk menyembah Allah didalam roh dan kebenaran. Walaupun kita adalah orang yang malang dan berdosa serta terbuat dari bahan material yang taat kepada kelapukan, materai Ilahi tidak dapat tak memberikan pengaruh, sebab harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat (2Kor 4:7). Oleh sebab itu kita menerima obat penyembuh itu tidak hanya sekali namun secara teratur. Pembuat periuk tanah liat harus secara teratur duduk dan membentuk tanah liat dengan terus mengaduk-aduknya serta membuatnya kembali supaya menjadi kuat. Kita harus mengalami sentuhan dari Sang Tabib sebagaimana Dia menyembuhkan tubuh yang membusuk ini dan membangkitkan kembali semangat yang patah, kalau tidak, maut akan mengendap-endap untuk menangkap mereka yang tidak waspada. Seperti yang dikatakan bahwa kita yang menjadi mati oleh karena pelanggaran kita telah dibuat menjadi hidup bersama dengan Kristus (Ef 2:5), dan betapa lebihnya Darah Kristus yang menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup (Ibr 9:14). Kuasa dari Allah akan membawa kita kepada kehidupan sejati dan hati yang kudus sehingga memampukan kita untuk menyembah Allah dengan murni.

Kalau demikian maka penyembahan kepada Allah yang murni adalah dengan menjadi taat kepada Allah, mengerjakan segala sesuatu yang dikehendakiNya, saya tidak tahu apakah kita mampu untuk menjadi taat kepada Allah lebih dari sekedar mejadi anggota tubuhNya. Ketika setiap ibadah Gereja membuat mereka yang merayakan ibadah tersebut menjadi anggota Kristus, Roti Hidup Ekaristi melakukan hal yang sama hanya dengan lebih sempurna. Sebagaimana tubuh menjadi hidup oleh karena kepala dan hati, begitu juga Ia yang mengatakan: Barangsiapa yang memakan aku akan hidup karena Aku (Yoh 6:57).

Manusia hidup oleh karena makanan tetapi tidak sama demikianlah dengan Ekaristi. Makanan jasmani bukanlah sesuatu yang hidup dan tidaklah mengalirkan kehidupan kedalam kita melainkan menopang dan membantu hidup yang ada dalam tubuh orang yang memakan manakan jasmani tersebut, tetapi bagi manusia, makanan jasmani seolah-olah menjadi penyebab kehidupan tersebut. Tetapi Ekaristi, Sang Roti Hidup adalah Dia yang hidup, dan melalui Dia kehidupan sejati tersebut telah dialirkan kepada mereka yang menyambutNya sehingga mereka hidup dalam arti sebenarnya. Ketika makanan jasmani berubah didalam tubuh mereka yang memakannya, baik ikan, daging, dan makanan lain berubah menjadi darah didalam tubuh kita tetapi dalam hal Ekaristi justru kebalikannya yang terjadi. Ekaristi justru mengubah mereka yang menyambutnya serta menjelmakan dan memadukan mereka kedalam Diri Kristus secara utuh dan sempurna. Sebagaimana Ia adalah Sang Kepala, hati kita sebenarnya bergantung kepada Dia untuk bergerak dan hidup karena Dialah Sang Empunya Kehidupan itu sendiri.

Hal ini dinyatakan oleh Sang Juruselamat. Kristus tidak menjaga kehidupan kita dengan cara yang sama dengan yang dilakukan oleh bahan pangan. Karena Dialah yang mempunyai kehidupan, secara kodrat Ia menghembusi kehidupan itu kedalam kita seagaimana kepala dan jantung memompa kehidupan kedalam kita, oleh sebab itulah Ia menyebut DiriNya sebagai Roti Hidup (Yoh 6:51) dan Ia juga berkata: Barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku (Yoh 6:57).

Hal inilah yang menyebabkan bahwa menyembah Allah didalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24) dan mempersembahkan persembahan penyembahan yang murni adalah karya melalui Altar. Dari Ekaristi ini kita menerima karunia untuk menjadi anggota Tubuh Kristus dan juga karunia untuk menjadi serupa dengan Kristus. Ketika kita masih mati didalam dosa adalah suatu yang mustahil bagi kita untuk mempersembahkan penyembahan kepada Allah yang hidup. Kalau kita terus berpesta pora maka mustahillah untuk hidup dan terlepas dari pekerjaan yang sia-sia, yang membawa kita kepada kematian. Sebagaimana Allah adalah Roh dan mereka yang menyembahNya harus menyembah didalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Jadi adalah tepat bagi mereka yang memilih untuk menyembah Dia yang hidup dan yang mempunyai hidup itu sendiri, sebagaimana dikatakan oleh Kristus: Ia bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup (Mat 22:32).

(sumber: http://monachoscorner.weebly.com/ekaristi-sakramen-teragung.html)

Sabtu, 08 Desember 2012

Kalender Liturgi Gereja Orthodox Indonesia (Russia)

Orthodox Calendar

Sunday, December 9, 2012 / November 26, 2012 (Church Calendar)
2012
27th Sunday after Pentecost. Tone two.
Nativity (St. Philip's Fast). Fish Allowed

Venerable Alypius the Stylite of Adrianopolis (640).
Dedication of the Church of St. George at Kiev (1051).
Repose of St. Innocent, first bishop of Irkutsk (1731).
New Hieromartyrs Nicholas, John, Gregory and Nazarius, Basil, Basil, Ilia, Basil, Daniel, Michael, Nicholas priests, New Hieromartyr Tikhon (1937).
New Hieromartyr Piter (after 1937).
Venerable James the Solitary of Syria (457).
Venerable Nicon Metanoeite ("Preacher of Repentance") of Armenia (998).
New Martyr George of Chios (1807) (Greek).
Venerables Athanasius and Theodosius of Cherepovets (1382), disciples of St. Sergius of Radonezh.
Venerable Stylianos of Paphlagonia, monk (Greek).
St. Silas, bishop of Persidos (Greek).
St. Peter, patriarch of Jerusalem (552).
St. Acacius of Mt. Latros (6th c.) (Greek).

The Scripture Readings

Luke 24:12-35 (5th Matins Gospel)
Ephesians 6:10-17
Luke 13:10-17

HIDE TROPARION

Troparion of the Sunday, Tone II —
When Thou didst descend to death, O Life immortal, / Thou didst slay hell with the splendor of Thy godhead! / And when from the depths Thou didst raise the dead, / all the powers of heaven cried out: / O Giver of life, Christ our God, glory to Thee!
Hymn to the Theotokos, Tone II —
All beyond thought, all most glorious, / are your mysteries, O Theotokos. / Sealed in purity, preserved in virginity, / you were revealed to be the true Mother who gave birth to the true God. / Entreat Him to save our souls.
Kontakion of the Sunday, Tone II —
Hell became afraid, O Almighty Savior, / seeing the miracle of Thy Resurrection from the tomb! / The dead arose! Creation, with Adam, beheld this and rejoiced with Thee! / And the world, O my Savior, praises Thee forever.

Venerable Father Alypius, Stylite of Adrianopolis, Troparion, Tone I —
Thou wast a pillar of patience, O venerable one,/ emulating the forefathers:/ Job, in afflictions; Joseph in temptations,/ and the life of the incorporeal ones while in the body./ Entreat Christ God. O Alypius, our father,// that our souls be saved.
Kontakion, Tone VIII "As the firstfruits" —
Today the Church glorifieth and hymneth thee, O Alypius, as a cause of virtues and the adornment of fasters./ In accordance with thy name thy supplications grant deliverance from grievous transgressions// unto them that with love honor thy brave deeds and struggles.

St. Innocent, first bishop of Irkutsk, Troparion, Tone III —
O most radiant beacon of the Church, who hast illumined the Russian land with the rays of thy good works, and hast glorified God by many healings of them that have recourse to thy reliquary with faith, O holy hierarch Inno­cent, our father, we entreat thee: protect this city from all misfortune and grief.
Kontakion, Tone IV —
Ye faithful, let us all praise with love the pastor whose name signifieth innocence, the preacher of the Faith among the pagans of Mongolia, the glory and adornment of the flock of Irkutsk; for he is the protector of this land and an intercessor for our souls.

Daily Orthodoxy 09/12/2012

168. Mengapa tidak hanya manusia pertama saja yang mati namun juga semua manusia seperti sekarang?
Karena semua telah datang dari Adam, dan ia telah terjangkit oleh dosa dan segala dosa itu sendiri. Sebagaimana dari sumber yang telah terjangkit secara alamiah akan didapati aliran yang sudah terjangkit pula, jadi dari seorang ayah yang terjangkit oleh dosa, dimana akibatnya adalah kefanaan, secara alamiah akan dihasilkan keturunan yang terjangkit seperti dia, yaitu dengan dosa dan kefanaan.

169. Bagaimana Kitab Suci berbicara mengenai hal ini?
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. [Rm 5:12]

170. Apakah manusia masih mendapatkan manfaat dari buah Pohon Kehidupan setelah ia berdosa?
Setelah ia berdosa, ia tak dapat lagi makan buah Pohon Kehidupan, karena ia telah diusir keluar dari Firdaus.

Patriakh Kirill



Yang Tersaleh, Patriarkh Kirilios
Pengganti Suksesi Rasul Andreas di Moscow.

Primat Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik untuk seluruh Rusia, dan seluruh Gereja Rusia di luar Rusia.

Yang memberkati kami dan yang menyucikan kami berkatilah ya Tuhan semoga panjang umur.


(sumber: Komunitas Orthodox Indonesia Gregorius Palamas)

Kalender Liturgi Gereja Orthodox Indonesia (Russia)

Orthodox Calendar

Saturday, December 8, 2012 / November 25, 2012 (Church Calendar)
2012
27th Week after Pentecost. Tone one.
Nativity (St. Philip's Fast). Fish Allowed

Apodosis of the Entry of the Most Holy Theotokos into the Temple.
Hieromartyr Clement, pope of Rome (101).
Hieromartyr Peter, archbishop of Alexandria (311).
New Hieromartyrs Seraphim archbishop of Smolensk, Gregory, John, Basil, Cosmas, John, Simeon, Hilarion, Iaroslav, Alexander, John, Voctor, Andrew priests and Martyr Paul (1937).
Martyr Nicholas (1938).
Venerable Peter the Silent, of Galata, Syria (429).
St Clement, Bishop of Ochrid and Enlightener of the Bulgarians.
Great-martyr Catherine of Alexandria (305) (Greek).

The Scripture Readings

Galatians 5:22-6:2
Luke 10:19-21
Hebrews 9:1-7 Theotokos
Luke 10:38-42; 11:27-28 Theotokos

HIDE TROPARION

Hieromartyr Clement, Pope of Rome & Peter, Patriarch of Alexandria, Troparion, Tone IV —
O God of our fathers,/ deal with us ever according to Thy meekness./ Deprive us not of Thy mercy,/ but through their supplications// direct our life in peace.
Troparion of the Feast, Tone IV —
Today is the prelude of God's good will/ and the proclamation of the salvation of men./ The Virgin hath manifestly appeared in the temple of God/ and proclaimeth Christ unto all./ To her let us cry aloud:/ Rejoice, O thou fulfillment// of the Creator's dispensation!
Kontakion of the hieromartyrs, Tone IV "Thou hast appeared today" (after Ode III) —
O ye divine and immovable towers of the Church,/ godly pillars of piety truly strong,// most lauded Clement and Peter; by your supplications preserve us all.
After Ode VI, the Kontakion of the Feast, Tone IV —
The most pure temple of the Savior,/ the precious bridal chamber and Virgin,/ the sacred treasury of the glory of God,/ is on this day brought into the house of the Lord,/ bringing with her the grace that is in the divine Spirit./ To her do the angels of God chant the hymn:// She is the heavenly tabernacle!

St Clement, Bishop of Ochrid, Troparion, Tone IV —
With thy discourses thou didst guide the nations to the Faith of Christ, and by thy works thou didst lift thyself up to divine life, O holy hierarch Clement, equal of the apostles, shin­ing forth miracles upon those who approach thee with faith, and ail-gloriously illumining the Church with signs. Wherefore, we glorify thine honored memory.
Kontakion of the holy hierarchy in Tone III, "Today the Virgin..." (after Ode III) —
Thy temple, O holy one, is ail-gloriously shown to be spiritual healing for those who approach it with faith; for it delivereth all from divers sicknesses, and lulleth all the passions of men's souls to sleep. Wherefore, O most blessed one, we call thee our fervent intercessor.

Daily Orthodoxy 08/12/2012

165. Apakah yang dimaksud dengan Kutuk itu?
Penghukuman dosa oleh keputusan keadilan Allah, dan kejahatan akibat dosa timbul keatas bumi bagi penghukuman manusia. Allah berkata kepada Adam:   maka terkutuklah tanah karena engkau. [Kej 3:17]

166. Bagaimanakah wujud kematian yang timbul karena dosa Adam?
Dalam 2 bentuk: Secara tubuh, ketika tubuh kehilangan roh yang  menopangnya, dan juga secara rohani, ketika roh kehilangan rahmat Allah yang menopangnya dengan ketinggian kehidupan rohani.

167. Jika demikian, dapatkah roh mati sebagaimana tubuh?
Ya, roh dapat mati, namun tidak seperti tubuh. Ketika tubuh mati maka ia kehilangan indera dan menjadi lapuk sedangkan ketika roh mati oleh dosa maka ia kehilangan cahaya rohani, sukacita, dan kebahagiaan, namun tidak menjadi lapuk atau hancur namun tetap dalam suatu keadaan yang gelap, penuh kesedihan, dan penderitaan.

Doa Persiapan Pentahiran Sebelum Sembahyang

Atas Nama (†) Sang Bapa, dan Sang Putera, dan Sang Roh Kudus. Amin.

Mazmur 26 : 6 - 12

Aku hendak membasuh tanganku dalam kemurnian, ya Tuhan. [Membasuh Tangan]

Dan aku hendak melayani di depan hadiratMu. [Membasuh Lengan]

Aku hendak mendengar suara kepujianMu. [Membasuh Telinga]

Dan memberitakan semua keajaibanMu. [Berkumur]

Ya Tuhan, aku telah mencintai keindahan BaitMu, tempat dimana kemuliaanMu bersemayam. Janganlah kiranya Engkau menghancurkan jiwaku bersama orang-orang berdosa, janganlah pula pada hidupku bersama orang-orang penumpah darah yang tangannya penuh dengan suap. [Membasuh Wajah]

Namun aku ini telah berjalan [Membasuh Telapak Kaki] di dalam kemurnian. Tebuslah aku, ya Tuhan, dan kasihanilah aku.

Kakiku [Membasuh Seluruh Kaki] terletak dijalan yang lurus, di dalam jemaatMu, ya Tuhan, aku hendak memberkatiMu.

+ Doa Persiapan Pentahiran Sebelum Sembahyang, Buku Panduan Sholat Gereja Mula-mula Yang Orthodox, Gereja Orthodox Indonesia +